Taruh bak pasir kucing di tempat sepi. Kucing lebih senang buang air di tempat yang jauh dari suara-suara berisik atau lokasi terjadinya banyak tindakan. Meski demikian, kucing juga tidak suka buang air di tempat-tempat yang tidak terjangkau.
Pastikan kucing Anda bisa mengakses kotak kotorannya secara fisik. Jangan letakkan kotak di rak yang tinggi atau area yang sulit diraih jika ia tua dan sulit melompat atau memanjat.
Hindari area-area yang ramai atau penuh lalu lintas. Jangan letakkan kotak kotoran di sebelah mesin cuci atau koridor yang ramai dan sering dilintasi orang. Kucing ingin kedamaian dan privasi, tetapi juga kenyamanan.[2]
Jangan letakkan kotak kotoran kucing dalam jarak yang dekat dengan piring makan atau airnya. Hal ini bisa membuat kucing Anda tidak ingin menggunakannya.[3]
2
Taruh kucing di dalam bak pasirnya sesaat setelah makan. Anda juga bisa meletakkannya di dalam kotak segera setelah ia bangun dan bermain, karena saat-saat ini merupakan waktu ketika kucing paling perlu buang kotoran. Meletakkan kucing di dalam kotak kotorannya di saat-saat ia perlu buang hajat, seperti setelah makan atau baru bangun tidur, bisa membantu mengingatkannya bahwa ia harus menggunakan kotak tersebut setiap kali ia kebelet.[4]
3
Jaga agar kotak kotorannya tetap bersih. Kucing tidak akan mau menggunakan kotak kotoran yang kotor, dan mungkin memilih buang hajat di seluruh bagian rumah.[5]
Kenakan sarung tangan karet saat menangani kotoran kucing, untuk memperkecil risiko terkena toksoplasmosis.[6]
Bersihkan kotoran serta tumpukan alas air seni dari kotak kotoran setiap hari. Cuci tangan secara menyeluruh setelah Anda menanganinya, bahkan jika Anda mengenakan sarung tangan.[7]
Lakukan pembersihan menyeluruh sekali seminggu. Hal ini mencakup membuang alas kotoran yang lama, mencuci kotak dengan detergen lembut, membilas sabunnya secara menyeluruh, membersihkan kotak dengan komplet, dan menuangkan lapisan alas segar yang baru. Anda hanya boleh menambahkan alas setebal sekitar lima hingga tujuh sentimeter saat mengisi ulang kotak kotorannya.[8]
4
Gunakan kotak kotoran yang akan disukai kucing Anda. Ada berbagai jenis kotak kotoran untuk kucing, yang dibuat dari berbagai tipe bahan yang berbeda. Faktor terpenting adalah mencari kotak yang ingin digunakan kucing Anda. Kebanyakan kucing memilih kotak kotoran yang tidak beraroma dan menggumpal.[9] Meski demikian, kucing Anda mungkin punya selera berbeda, terutama jika ia diadopsi dan menjadi terbiasa terhadap sesuatu di rumah sebelumnya. Lihat apa yang membuat kucing Anda merespons dan sesuaikan dengan baik.
Tipe kotak kotoran yang paling umum adalah yang dari tanah liat, gumpalan, kristal/gel silika, dan kotak kotoran yang bisa terurai secara biologis.[10]
Ganti kotak kotoran secara bertahap daripada sekaligus, untuk meminimalisir rasa terkejut dan kebingungan pada kucing ada. Campurkan sedikit alas kotoran dengan alas kotoran lama setiap hari, selama tiga hingga lima hari. Jika Anda mengganti alas kotoran secara bertahap, kucing tidak akan menyadari perbedaannya.[11]
Jika kucing Anda terus buang hajat di tanaman berpot, ia mungkin lebih memilih menggunakan tanah daripada alas kotoran. Hal ini terutama bisa menjadi masalah bagi kucing yang terbiasa hidup di luar ruangan. Cobalah mengisi kotak kotoran Anda dengan tanah tumbuhan dan lihat apakah kucing akan menggunakannya.[12]
5
Hadiahi kucing Anda jika ia menggunakan kotak kotoran. Puji dirinya dengan segera setelah ia buang hajat di kotak tersebut. Hal ini akan mengembangkan kebiasaan positif dan mengajarkan dirinya bahwa kotak tersebut adalah tempat yang benar baginya untuk buang hajat.[13]
6
Jangan hukum kucing jika ia buang hajat di luar kotak kotoran. Pembelajaran negatif tidak akan berhasil, dan malah mungkin bisa membuat kucing Anda menghindari kotak tersebut.[14]
Jika kucing buang hajat di luar kotak, Anda harus segera mencuci permukaan tempatnya buang hajat dengan pembersih berbahan dasar enzim yang bisa menetralkan bau.[15] Jika kucing Anda bisa mencium aroma urin di karpet, ia mungkin mulai menghubungkan titik pada karpet tersebut dengan kebiasaan buang hajat.
Jika kucing melewati kotoran di luar kotak, ambil kotoran tersebut (dengan handuk kertas atau sarung tangan) dan masukkan ke dalam kotak kotoran. Hal ini akan memberikan petunjuk bagi kucing Anda agar kali berikutnya ia menggunakan kotak kotoran.[16]
Cobalah membuat area buang hajat yang salah menjadi tidak terlalu diinginkan oleh kucing Anda. Jika kucing punya bagian rumah yang biasanya menjadi lokasi ia membuang hajat alih-alih melakukannya di dalam kotak kotoran, rentangkan lembaran perak atau dobeltip pada lokasi tersebut agar ia tidak buang air di sana.[17]
7
Cobalah melatih kucing dengan mengurungnya sebagai pilihan terakhir. Jika kucing memiliki kecenderungan kuat untuk menghindari kotak kotoran dan tidak ada cara melatihnya yang berhasil, Anda bisa mengurungnya dalam sebuah ruangan bersama kotak kotoran. Ia mungkin akan memahami bahwa ia harus menggunakan kotak tersebut.[18]
Cara ini hanya boleh digunakan sebagai pilihan terakhir, saat tidak ada cara lain yang berhasil.
Jangan kurung kunci pada ruangan kecil dalam jangka waktu yang lama. Hal ini adalah tindakan yang kejam.
Pastikan kucing Anda punya makanan, air, dan ranjangnya di dalam ruangan, selain kotak kotoran. Tempatkan kotak kotoran pada sisi ruangan yang berlawanan dengan tempat makanan, air, dan tempat tidurnya.
Jika ia buang air di atas lantai, ambil kotoran dan masukkan ke kotaknya agar ia bisa mendapatkan tanda untuk kembali ke tempat yang benar. Jika kucing Anda senang buang air pada lapisan substrat, seperti tanah atau karpet, dan menolak menggunakan kotak kotoran, maka masukkan substrat di dalam kotak tersebut. Jika diperlukan, belilah beberapa lapis potongan karpet dan tempatkan di dalam kotak. Setelah kucing menggunakan kotak dengan karpet di dalamnya, mulailah memercikkan kotoran kucing di atas karpet tersebut agar ia tahu. Ganti karpet yang sudah basah dengan karpet baru di dalam kotak.
Kembangkan rutinitas latihannya. Untuk memulai latihan buang air, Anda harus membuat rutinitas latihannya. Anjing memerlukan rutinitas yang konsisten untuk mengetahui tempat buang air yang tepat. Penting untuk mulai mengajarkan anjing pergi keluar rumah ketika ia ingin buang air. Lakukan ini segera setelah Anda membawanya pulang. Bawalah anjing keluar rumah dengan jadwal tertentu setiap harinya: sebelum melakukan apa pun di pagi hari, setelah makan, setelah bermain, dan sebelum tidur.[1]
Anak anjing harus dibawa keluar rumah setiap jam, juga segera setelah sesi makan, istirahat, dan bermain. Anda juga harus selalu membawanya keluar rumah sebelum ia melakukan apa pun di pagi hari, sebelum Anda dan dirinya pergi tidur di malam hari, dan sebelum Anda meninggalkannya sendirian dalam jangka waktu yang lama.
Berilah makan pada waktu yang sama setiap hari sehingga Anda bisa memperkirakan kapan ia perlu dibawa keluar rumah.
Anjing yang masih sangat kecil harus buang air sesering mungkin, minimal satu jam sekali. [2] Ini berarti Anda atau salah satu anggota keluarga harus siap mengeluarkan anjing dari rumah dalam intensitas sesering itu.
Jika Anda tidak bisa melatih anjing untuk buang air sepanjang hari, penting sekali untuk mempekerjakan seseorang untuk melakukannya. Jika Anda tidak memulainya sedari dini, anjing perlu waktu lama untuk belajar tidak buang air di dalam rumah.
2
Tarik perhatian anak anjing jika ia mencoba buang air di dalam rumah. Saat Anda sadar ia ingin buang air di dalam rumah, jangan bereaksi secara berlebihan dengan meneriaki atau menakutinya. Interupsi kegiatannya dengan menepukkan tangan. Lalu, angkat anjing atau minta ia segera mengikuti Anda dan bawa dirinya ke lokasi buang air yang biasa. Setelah ia selesai, berikan pujian.[3]
Jika ia telanjur buang air di belakang sofa atau di tempat lain dalam rumah Anda, mendisiplinkannya dianggap sudah terlambat. Jangan paksa ia mencium lokasi tersebut; ia hanya akan bingung dan takut, serta tidak memahami apa yang Anda coba ajarkan padanya.
3
Kurunglah anjing di bagian tertentu di rumah. Untuk beberapa bulan pertama, Anda perlu berhati-hati mengawasi anjing sehingga bisa membawanya keluar rumah segera setelah ia merasa ingin buang air. Jika pada awalnya Anda terlalu membebaskan ia berkeliaran di sekitar rumah, ia akan belajar buang air di mana saja ia mau dan Anda tidak akan selalu bisa menangkapnya.[4]
Gunakan pintu bayi untuk membatasi area gerak anak anjing dalam rumah Anda. Contohnya, Anda bisa memasang pintu ini di bagian bawah tangga untuk mencegahnya naik ke lantai atas, atau memasang pintu di depan beberapa ruangan untuk membatasi ruang geraknya. Berikan ruang gerak yang lebih saat ia mulai mampu mengontrol kandung kemih dan organ pencernaannya.[5]
Cobalah menggunakan tali kekang saat anak anjing Anda menyelidiki sebuah ruangan yang baru. Dengan demikian, kemungkinan anak anjing Anda untuk terkena masalah akan lebih kecil saat Anda memegang ujung tali kekangnya.
4
Tentukan lokasi untuk buang air di luar rumah. Menciptakan lokasi yang diasosiasikan anjing dengan buang air akan membantunya untuk tidak buang air di dalam rumah. Ia akan mulai ingin pergi ke tempat tersebut untuk buang air dan akhirnya akan belajar menunggu sampai Anda membawanya ke tempat itu dan tidak buang air di dalam rumah.[6]
Gunakan bahasa untuk memperkuat asosiasi anjing dengan lokasi buang airnya. Katakan “ke toilet” atau katakan saja “toilet” ketika Anda menurunkannya. Jangan gunakan kata-kata itu di sembarang tempat, gunakanlah hanya di lokasi buang air yang telah Anda tentukan.
Banyak orang memilih sudut halaman yang terpencil, atau kadang-kadang sebuah tempat yang diberi pagar sebagai lokasi untuk buang air anjing. Jika Anda tidak memiliki halaman, pilihlah lokasi yang dekat dengan rumah atau apartemen Anda. Anda bisa memilih lokasi mana pun selama Anda selalu membawa anjing ke tempat yang sama setiap kali ia akan buang air.
Membawanya ke tempat yang sama akan membuat anjing menghubungkan bau pada tempat tersebut dengan keinginan buang air. Bau-bauan bisa merangsang seekor anak anjing untuk buang air.
Ketahuilah bahwa beberapa anak anjing akan segera buang air setelah berada di luar rumah, sementara lainnya mungkin akan berjalan-jalan sebentar sebelum buang air.
5
Pujilah anjing jika melakukan tugasnya dengan baik. Ketika anjing berhasil buang air di tempat yang ditentukan, berikan pujian, belaian, pelukan, serta makanan kecil. Hal ini akan membantunya paham bahwa ia telah berperilaku dengan baik dan harus terus melanjutkan perilaku tersebut.[7]Janji imbalan akan mendorong anjing untuk melakukan kembali kebiasaan yang sama.
Pujian dan makanan kecil harus segera diberikan pada anjing setelah ia buang air, yaitu saat ia berada di lokasi buang airnya. Jika Anda menunggu, ia akan mengasosiasikan pujian dengan hal lain.
Tunggu hingga anjing menyelesaikan urusannya. Jika Anda memujinya sebelum ia buang air, ia akan bingung.
6
Segera bersihkan kotorannya. Anak anjing terkadang akan mengalami "kecelakaan" dari waktu ke waktu, maka Anda harus segera membersihkan kotorannya. Melakukan hal ini akan membantu mencegah "kecelakaan" berikutnya.[8]
Gunakan pembersih berbahan dasar enzim daripada amonia untuk membersihkan kotoran anjing. Pembersih yang mengandung amonia baunya sangat mirip dengan air seni, jadi anjing Anda mungkin menyalahartikannya sebagai aroma air seninya. Jika suatu area berbau pipis, anjing mungkin ingin buang air lagi di area tersebut.[9]
7
Pertimbangkan untuk melatih anjing Anda menggunakan kandangnya. Kandang bisa membantu karena anjing tidak suka mengotori tempat tinggalnya. Kandang harus menjadi tempat yang aman bagi anjing untuk beristirahat saat ia stres atau tempat perlindungannya saat Anda tidak di rumah.[10]
Pastikan kandangnya cukup besar agar ia bisa berdiri dan berbaring sambil merentangkan kaki. Jika kandang terlalu besar, maka ia mungkin memilih suatu sudut kandang sebagai tempat berbaringnya.
Jangan gunakan kandang untuk menghukum anjing. Keluarkan anjing secara rutin untuk bermain atau berikan waktu untuk buang air.
Menjaga kesehatan ular peliharaan kita sangatlah penting. Dalam berbagai buku yang pernah saya baca pun hampir semuanya membahas bagaimana cara perawatannya. Jangan asal beli, namun tidak memikirkan bagaimana perawatannya.
Agar ular peliharaan kita senantiasa sehat ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan, diantaranya yaitu: 1. Memandikan ular. Sebaiknya ular peliharaan dimandikan 2 minggu satu kali dengan menggunakan sabun bayi atau larutan antiseptik untuk membunuh kutu yang berada di sisik ular selain itu untuk menjaga kebersihan kulit dan sisiknya. 2. Menjemur ular. Untuk menjaga kesehatan ular maka 3 hari satu kali di pagi hari antara 5-15 menit ular dijemur pada pagi hari. 3. Memberi suplemen tambahan (vitamin) Untuk ini sangat perlu diberi Vitamin E atau bahkan Multivitamin 2 bulan sekali dan diberikan melalui makanan yang diberikan. 4. Memberi obat cacing. Tidak kalah penting adalah pemberian obat cacing 6 bulan sekali dan diberikan melalui makanannya.
Untuk memelihara ular, hal-hal yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut :
Menentukan jenis ular yang akan kita pelihara : Di pasaran sudah banyak orang yang menjual ular-ular untuk dipelihara, kita dapat dengan mudah mendapatkan ular dari pedagang-pedagang atau petshop. Tentunya kita sebelumnya harus mengetahui ular apa yang kita pelihara, sehingga akan memudahkan kita menangani ular tersebut kedepannya. Pilih ular yang sehat, artinya secara fisik tidak ada keanehan baik itu mulai dari sisik, struktur tulang yang baik sampai kepada gerakan yang wajar.
Kandang yang baik : Yaitu dimana kandang ular harus bersih, mempunyai sirkulasi udara yang baik, serta berbahan aman yang artinya bahan yang digunakan untuk kandang ular tidak berbahaya bagi kesehatan ular tersebut.
Kesehatan : Kita harus rajin-rajin mencari tahu tentang berbagai macam hal yang berkaitan dengan kesehatan ular baik dari internet maupun sumber-sumber lain. Dengan bergabung bersama komunitas pecinta ular mungkin kita akan mendapatkan informasi yang kita inginkan dan dapat sama-sama mempelajari berbagai macam hal tentang ular.
Ketersediaan pakan : Kita harus menjamin bahwa kita akan rutin memberi pakan ular yang baik. Jangan biarkan mereka kelaparan karena mereka adalah hewan peliharaan/pet. Jangan menghandle mereka ketika mereka baru makan karena akan menyebabkan regurgitate/muntah pada ular yang dapat berakibat fatal. Biarkan makanan dicerna selama beberapa hari, setelah ular buang kotoran mungkin saat yang tepat bagi anda untuk bermain dan menghandle ular.
Tanggung jawab terhadap ular, keluarga dan orang-orang sekitar kita karena tidak semua orang suka ular.
Bawalah anjing ke dokter hewan. Jadwalkan pemeriksaan rutin tahunan sehingga anjing bisa menapatkan tes dan vaksinasi yang penting. Dokter hewan juga akan mengenal anjing Anda dan bisa mengetahui jika ada yang salah dengan kesehatannya. Pemeriksaan rutin bisa mencegah banyak penyakit yang bisa disembuhkan.[11]
Jika Anda memiliki anak anjing, bawalah ia ke dokter hewan saat berusia sekitar 6 minggu. Anak anjing akan diperiksa apakah ia memiliki hernia, masalah jantung, paru-paru, mata, dan telinga. Anak anjing juga akan memiliki jadwal pembasmian cacing dan suntikan serta pendorong awal.
2
Vaksinasi anjing Anda. Vaksin rabies harus diberikan sekitar 12 minggu dan diperlukan di banyak daerah. Anda akan dihukum dengan berat jika belum memvaksinasi anjing dan ia menggigit seseorang atau hewan peliharaan lain. Pertimbangkan untuk memvaksinasi anjing untuk mencegah penyakit Lyme. Penyakit ini menyebabkan nyeri sendi, bengkak, demam, dan mungkin masalah ginjal yang fatal.[12]
Anjing yang menghabiskan banyak waktu di luar rumah, hidup di ladang, atau berburu memiliki risiko yang tinggi untuk terkena masalah kutu.
3
Pertimbangkan untuk mengebiri anjing. Mengebiri anjing bisa mengurangi beberapa masalah perilaku dan mengurangi kemungkinan adanya tumor dan infeksi. Jika Anda mengebiri anjing Anda, Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan untuk merawat atau menempatkan anak anjing yang tidak diinginkan.[13]
Penggunaan mikrocip juga didukung untuk berjaga-jaga jika anjing tersesat.
4
Awasi dan cegahlah kutu. Perhatikan tanda-tanda adanya kutu pada anjing, di antaranya adalah: titik-titik hitam di atas bulu, banyak menjilat dan menggaruk, atau adanya kudis pada kulitnya.[14] Setelah menemukan kutu pada anjing, Anda memiliki beberapa pilihan. Kunjungilah dokter hewan untuk meminta obat yang dimakan, mandikan anjing dengan sampo antikutu, dan pasangkan kalung antikutu pada anjing.
Kalung antikutu dan perawatan kulit bulanan adalah cara yang baik untuk mencegah datangnya kutu. Bicaralah kepada dokter hewan tentang rutinitas pencegahan kutu.[15]
5
Periksakan anjing untuk memeriksa adanya cacing hati. Tes darah tahunan dibutuhkan untuk mengecek penyakit yang kian menyebar ini. Cacing hati ditularkan dari gigitan nyamuk sehingga penyakit ini sulit dicegah. Akan tetapi, konsumsi tablet atau suntik bulanan selama 6 bulan dibutuhkan untuk membunuh organisme yang ada di aliran darah.[16]
Jika anjing terkena penyakit cacing hati, ada pengobatannya tetapi akan sulit dilakukan, mahal, dan bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melawannya.
Kesehatan adalah segalanya, baik bagi manusia maupun hewan, termasuk kucing. Ketika sakit, apapun tidak dapat dilakukan. Akibatnya, semua aktivitas terhambat. Makan pun jadi tidak sberelera saat sakit.Hal ini terjadi juga pada kucing. Ketika kucing sakit, aktivitas menurun, tidak nafsu makan, tidak agresif, dan tidak menyenangkan. Oleh karenanya, kesehatan adalah hal yang utama. Menjaga kesehatan sebenarnya mudah jika benar – benar memelihara dan menjaga sanitasi, baik kandang maupun area sekitar dengan rutin.
MENJAGA SANITASI KANDANG
Kandang kucing sama sepert irumah bagi manusia. Jika kebersihan tidak dijaga, penyakit pun akan mudah datang dan menyerang. Membersihkan kandang sangatlah penting demi keselamatan kucing dan pemilik. Sanitasi kandang harus dijaga dengan baik agar terhindar virus virus yang mematikan bagi kucing. Meskipun virus tersebut tidak sepenuhnya berbahaya bagi manusia tetapi sebaiknya menghindari segala kemungkinan yang terjadi. Berikut hal yang dapat dilakukan untuk menjaga sanitasi kandang.
1. Pindahkan kucing saat proses pembersihan sanitasi berlangsung
2. Periksalah lantai maupun dinding kandang pastikan semuanya bebas dari kotoran yang menempel
3. Siapkan air bersih, kain, dan bahan pembersih yang mengandung desinfektan untuk disemprotkan.
4. Mulailah menyemprotkan seluruh bagian kandang dengan zat pembersih dan desinfektan.
5. Gosok dinding dan lantai dengan bahan yang telahtersedia. Jika ada kotoran yang membandel segeralah menggosoknya sampai hilang.
6. Cuci tempat makan dan tempat minum kucing.
7. Periksalah kandang setiap kali memberi makan dan minum. Jangan biarkan ada kotoran menempel terlalu lama dalam kandang.
8. Cuci dan bersihkan litter tray secara berkala. Karena litter tray merupakan tempat bersarangnya bakteri dan virus. Rendamlah litter tray selama 30 menit dengan desinfektan.
MEMBERIKAN VAKSINASI
Seperti halnya manusia kucing juga harus diberikan vaksinasi untuk mencegah virus virus tertentu yang dapat mematikan bagi kucing.
A. Tentang vaksinasi
vaksinas imerupakan suntikan yang diberikan kepada kucing untuk mendeaktivasikan virus bahkan membunuh virus. Vaksin berperan penting dalam imun kucing.Vaksin akan merangsang terbentuknya antibody yang bermanfaat untuk melindungi kucing daripenyakit tujuannya agar kucing tidak terkenainfeksi. Vaksin efektif dalam menekan masuknya sejumlah penyakit, terutama virus. Jangan tunda lagi untuk segera melengkapi kucing kesayangan anda dengan vaksin.
B. Macam – macam vaksinasi :
live-virus
Merupakan patogen yang dimodifikasi untuk mencegah vaksin yang menyebabkan penyakit. Live – virus bermanfaat untuk mencegah herpes virus atau calici virus yang letaknya dibagian mata dan hidung.
Non – infectious (killed virus)
Penggunaannya kadang lebih aman dibandingkan vaksin live – virus. Selainitu, responimun yang dihasilkan oleh vaksin ini lebih rendah dan jangka waktunya cukup singkat. Vaksin ini diperlukan hanya sebagai sebuah substansi yang dapat membantu meningkatkan respon imun.
C. Penerapan vaksinasi
Ada 3 alasan pemberian vaksin penting yaitu sebagai berikut :
- Sebagai konsekuensi dari akibat penyakit (misalnya FPV).
- Penyakit sering menyerang dan menular (misalnya FHV-1 dan FCV).
- Infeksinya dapat berakibat buruk pada manusia (misalnya rabies).
Berikut Video mengenai bagaimana cara merawat kucing:
Kucing Himalayan merupakan ras kucing berbulu panjang yang terlihat sangat identik dengan kucing Persia kecuali warna bola matanya yang biru dan pewarnaan bulunya. Waktu saya jalan - jalan ke Pasar hewan beberapa hari yang lalu saja, saya sempat terkecoh dengan penampilan kucing Himalayan ini.
Pola warnanya terlihat sangat mirip dengan kucing Siam dengan dominasi warna putih dan abu-abu pada bagian wajah dan cakar. Namun kucing ini juga memiliki bulu lebat yang khas kucing Persia. Usut punya usut ternyata kucing ini memang hasil persilangan antara kucing Persia dengan kucing Siam.
Sebenarnya kucing jenis ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, tetapi kucing ini baru dikenalkan ke Eropa sekitar tahun 1950-an. Itu pun dengan nama Colourpoint Persian, bukan kucing himalayan seperti yang kita sebut sekarang.
Klasifikasi
Saat ini kucing Himalayan atau kucing himalaya sudah diklasifikasikan dalam ras yang berbeda dengan Persian oleh International Cat Association. Namun masih dimasukkan dalam group yang sama dengan Persia dan Exotic Shorthair (Kucing Persia versi bulu pendek) dalam "Persian Breed Group standard".
Namun begitu, beberapa peternak kucing masih menganggap Himalayan sebagai versi warna lain dari Persian, bukan sebagai ras yang terpisah. Meskipun pada kenyataannya kucing ini tetap bersaing dalam kategori warnanya masing - masing dan dikompetisikan dalam kompetisi yang berbeda.
Karakteristik
Seperti kucing persia, kucing Himalayan cenderung memiliki tubuh yang terlihat bulat dengan kaki pendek, yang membuat mereka susah untuk melompat setinggi ras kucing lainnya. Meski ada juga beberapa yang bentuk tubuhnya lebih menyerupai kucing Siam dan dapat melompat hingga setinggi 7 kaki.
Terdapat 2 jenis kucing Himalayan yaitu jenis tradisional atau muka boneka (Doll Face) dan Peke atau Ultra-face dengan wajah yang terlihat lebih Pesek atau bahkan sangat pesek. Yang anda lihat pada gambar di atas adalah kucing Himalayan jenis Peke sedangkan yang akan anda lihat di akhir artikel ini nanti adalah kucing himalayan jenis doll face.
Karakteristik kucing himalayan adalah kucing yang manis, cerdas, dan cenderung sangat bersahabat dan dapat menjadi hewan pendamping yang sangat baik. Sifat mereka juga lebih aktif dari pada kucing Persia yang terkesan suka bermalas-malasan. Sifat ini di dapatnya dari kucing Siam yang memang lebih aktif dari Persia.
Kebiasaan
Mereka senang menghabiskan waktunya hingga berjam-jam untuk bermain main dengan benda-benda yang menurut mereka menarik, seperti kertas kusit, dan tali atau mainan kucing lainnya. Mereka cenderung hidup untuk mengabdi kepada manusia untuk mendapatkan kasih sayang dan perlindungan. So, tidak mengherankan jika mereka sangat senang dielus-elus.
Karena kucing Himalaya adalah keturunan dari kucing Persia, maka beberapa kucing ini dapat menuruni gen yang dapat memicu penyakit seperti Polycystic kidney disease (PKD). Namun dengan melakukan tes genetik, anda dapat mengetahui apakah kucing himalaya anda berpotensi menderita PKD atau tidak secara dini untuk melakukan pengobatan.
Seperti kebanyakan kucing berbulu panjang, kucing Himalaya butuh untuk disisir setiap harinya agar penampilannya senantiasa terlihat cantik. Selain itu, mungkin anda juga perlu membasuh mukanya setiap hari. Anda juga dituntut untuk sering memandikannya untuk menghilangkan minyak pada bulu dan kulitnya.
Jika anda berminat untuk memelihara kucing Himalayan, perlu anda ketahui jika
Harga
harga kucing Himalayan sekitar 1 juta hingga 5 juta rupiah tergantung kualitas. Namun anda juga bisa menemukan yang jual kucing Himalayan murah di internet, seperti yang pernah saya lihat di sebuah situs jual beli Indonesia yang jual anakan kucing Himalaya murah seharga Rp650.000,00.