King cobra (raja kobra) dikenal sebagai ular yang memakan ular berbisa, seperti Krait dan kobra, serta ular lain seperti python muda. Kebiasaan makan yang aneh membenarkan nama ilmiahnya yaitu Ophiophagus hannah, kata Yunani berarti pemakan ular. King cobra adalah anggota famili Elapidae yang ditandai dengan taring tetap berongga yang digunakan untuk menyuntikkan racun ke dalam mangsanya. Seperti beberapa anggota lain dari keluarga ini, king cobra mampu merentangkan kulit lehernya membentuk semacam tudung saat terancam. Meskipun berukuran cukup panjang, king cobra dikenal cukup gesit. Ular ini dianggap sebagai salah satu ular paling mematikan di dunia. Rata-rata manusia bisa mati dalam waktu 15 menit saat terkena racunnya.
Ciri-Ciri King Cobra
Ular king kobra merupakan ular berbisa terpanjang dengan panjang tubuh hingga mencapai 5 meter, meskipun umumnya hanya sekitar 3-4 meter saja. Ciri khas ular ini adalah saat terancam mampu menegakkan dan memipihkan lehernya, meskipun kemampuan ini juga dipunyai oleh ular sejenis dari genus Naja sp. yang di Indonesia sering disebut ular sendok.
Di Indonesia king kobra memiliki ciri umum berwarna hitam atau coklat tua dengan bagian kepala yang cenderung berwarna lebih terang. Sisik bawah tubuh berwarna keabuan atau kecoklatan, kecuali dada dan leher yang berwarna kuning cerah atau krem dengan pola belang hitam tak teratur, yang nampak jelas ketika ular ini mengangkat dan membentangkan lehernya.
Makanan ular king kobra atau anang adalah berbagai jenis ular baik yang berbisa maupun tidak dan kadal. Ular ini berburu dengan mengandalkan indera penciuman dan penglihatannya yang tajam. Konon dengan kedua indera itu ular king kobra mampu mengawasi mangsanya dari jarak 100 meter.
Ular king kobra merupakan ular berbisa yang memiliki racun berjenis haemotoxcin dan neurotoxcin. Racun ini menyerang sistem saraf dan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat, pandangan yang mengabur, vertigo, dan kelumpuhan otot. Kemudian korban akan mengalami kegagalan sistem kardiovaskular, yang jika dibiarkan dapat mengakibatkan kematian. Namun berbeda dengan ular sendok (Naja sp.) ular king kobra tidak dapat menyemburkan bisanya.
Kemampuan mengeluarkan bisa ular king kobra atau tedung juga sangat besar dan jauh lebih banyak dari ular sejenis. Dalam satu kali gigitan ular ini dapat mengeluarkan sejumlah bisa yang cukup untuk membunuh hingga 10 orang sekaligus bahkan seekor gajah sekalipun. Meskipun biasanya jarang mengeluarkan kesemua bisanya dalam sekali gigitan.
Fakta tentang King Cobra
1. King cobra bisa mencapai panjang 5,5 meter, menjadikannya sebagai ular berbisa terpanjang di dunia.
2. Ular ini bisa hidup hingga 20 tahun.
3. Berat king cobra dewasa bisa mencapai 20 kilogram.
4. Warna king cobra bervariasi mulai dari zaitun, zaitun kekuningan atau kuning pucat. Di India, terdapat spesies dengan warna kuning dan hitam. Sedang di Cina, terdapat king cobra berwarna coklat kehitaman dengan kombinasi warna putih dan gading.
5. King cobra diidentifikasi oleh tudung khas yang berada di sekitar leher. Tudung ini mengembang saat mereka merasa terancam.
6. Racun ular ini mampu membunuh manusia dengan satu gigitan dengan bisa yang bersifat neurotoksik.
7. King cobra terutama ditemukan di Asia Tenggara, India Utara, Tenggara Cina, Semenanjung Malaya, wilayah barat Indonesia, dan Filipina.
8. Spesies ini lebih suka tinggal di dekat badan air seperti danau dan sungai.
9. Populasi king cobra menurun karena kerusakan hutan dan kehancuran habitat aslinya.
10. King cobra membaui mangsanya menggunakan lidah bercabang yang berfungsi mengambil aroma dan menghantarkannya ke sebuah reseptor sensorik khusus yang disebut organ Jacobson.
11. Pelacakan mangsa juga dilakukan melalui penglihatan yang tajam dan kepekaan terhadap getaran.
12. King cobra langsung menelan seluruh mangsanya. Hal ini dimungkinkan karena rahangnya sangat fleksibel yang dihubungkan oleh ligamen lentur.
13. Ular ini biasanya memangsa ular lainnya, baik berbisa atau tidak berbisa. Ketika tidak menemukan ular, king cobra akan berburu kadal, burung, dan hewan pengerat.
14. King cobra bergantung pada racun neurotoksik sebagai mekanisme pertahanan, tetapi jika berhadapan dengan predator alami yang kebal terhadap racun, mereka akan melarikan diri atau mengembangkan tudung sambil mendesis.
15. Sebagai bagian dari ritual kawin, king cobra jantan akan bersaing untuk tetap tegak dengan pemenangnya adalah yang membuat kepala ular lainnya tertunduk.
16. Racun king cobra terbuat dari protein dan polipeptida dan bersifat neurotoksik. Racun ini menyerang sistem saraf yang memicu nyeri, penglihatan kabur, vertigo, mengantuk, dan kelumpuhan. Koma dan kematian bisanya mengikuti karena kegagalan sistem kardiovaskular dan pernapasan.
17. Satu-satunya anti-racun untuk gigitan king cobra diproduksi di Thailand dan India.
18. Meskipun king cobra dianggap sebagai salah satu ular paling berbahaya, reptil ini sebenarnya pemalu dan akan menghindari konfrontasi dengan manusia.
19. King cobra dikenal membuat sarang untuk telur mereka. Ular betina akan mengumpulkan bahan untuk sarang untuk meletakkan hingga 50 telur. Telur kemudian akan menetas dalam waktu 80 hari.
20. Anak king cobra yang baru menetas berukuran 50 cm dengan warna hitam dan putih



0 komentar:
Posting Komentar